TENTANG PENULISAN BLOGS INI

Halo para pengunjung dan pembaca blog ini,

Ketika membaca beberapa tulisan saya tentu Anda akan menemui kesulitan dalam mendapatkan alur cerita antara postingan satu dengan yang lainnya sehingga menimbulkan kesan terputus-putus. Selain itu mungkin juga Anda akan mengernyitkan dahi memahami apa yang saya tulis karena apa yang tertulis berbeda dengan data sejarah yang beredar.

Untuk menikmati catatan saya maka Anda harus menjadi saya dahulu, membebaskan diri dari tautan angka tahun yang biasanya sangat melimpah pada sebuah penguaraian sejarah, Andapun harus menjadi seorang Jawa di mana kepekaan rasa mutlak diperlukan dalam pemahaman, bukan berarti saya lebih peka secara perasaan Jawa dibanding yang lain, hanya saja: terlalu banyak orang menuliskan sejarah Jawa dengan sudut pandang ke Eropa an, seolah-olah mengungkapkan sejarah Jawa yang tersisa sama persis metodenya dengan mengungkapkan sejarah Mesir, China ataupun Yunani.

Mengutip pernyataan seseorang yang begitu menginspirasi saya dalam menuliskan catatan ini : “Jawa pada masa lalu itu bukanlah China, Jepang ataupun Korea yang dengan sangat baik mencatat setiap kejadian sejarahnya. Orang Jawa masa itu bukan berarti tidak mau melakukan hal yang sama seperti mereka, tapi orang Jawa telah dengan jelas menyadari bahwa catatan seperti itu akan musnah lebih cepat karena keadaan alam Jawa. Maka selain dalam berbagai peninggalan catatan di atas batu/logam sebagaimana prasasti, Jawa telah mengambil keputusan bahwa ingatan manusialah yang tak akan lekang zaman, dengan jalan meletakkan catatan-catatan tersebut kedalam berbagai media yang dekat dengan manusia seperti Beksan (tari klasik), Pewayangan, Sesaji bahkan legenda”

Dan saya yakin kebenaran hal itu, sebagaimana setiap petualangan saya dalam menemukan sisi lain dari sebuah keagungan sebuah budaya, yaitu JAWA

salam

Badai Laut Selatan

Advertisements